Minggu, 25 September 2016

MAJALAH HOT

                                    DAPAT NGEWEK SAMA CEWEK BARU KU KENAL

CASINO - Hot” Terbaru 2016 – Suatu siang aku iseng-iseng nyari makan siang di sebuah mal. Makan cepat saji yg paling gampang dicari adalah ayam goreng. aku pesan paket hemat ayam goreng ditambah kentang dan soft drink dingin. Usai membayar, aku membawa nampanku mencari tempat duduk yg kosong.



CASINO - Mataku terpana pada sesosok wanita muda, cantik, sexy dgn bentuk buah dadanya yg begitu menggoda, tp disebelahnya ada anak gadis kecil, mungkin 3 tahunan lah. Dia memakai celana ketat dan tanktop yg jg ketat, toket besarnya ngintip dari belahan tank topnya yg rendah.-cerit sex terbaru- Walaupun banyak tempat duduk yg kosong aku nimbrung ja di meja dimana prempuan cantik sexy dan anak prempuan itu duduk.

“Boleh join kan?” Tanpa menunggu jawaban darinya aku langsung meletakkan nampanku dimejanya dan duduk.
 “Ooo, silahkan ja pak”.
 “Cuma berdua saja”, pancingku membuka pembicaraan.
 “Kan bertiga sama bapak”, jawabnya, wah menangkisnya jago jg ni cewek, pikirku.
 “Anaknya? Cantik kaya mamanya”.
 “Bukan pak, bukan anak saya”.
 “Ooo, kirain anaknya, abis nyulik ya”, candaku.
 “Ih bapak bisa aja. Ini anak tetangga, tadi dititipkan ke rumah, katanya mau dijemput lagi siang ini di sini”. Dia menyuapi anak itu dgn nasi yg dicampur dgn sop,-cerita mesum terbaru- karena sopnya masi panas, ditiupnya sebentar sebelum disuapkan ke anak itu.

Cerita dewasa terbaru, Si anak kelakuannya manis banget, gak cerewet maksudku.

“Belum punya anak, ato belum nikah?”
 “Nikah si udah tp belum dikasi tuh sama yg diatas”.
 “Minta dong”. -cerita sex jablay-
 “Ya sih, minta tp gak dilakuin”. Wah kliatannya mo curhat neh.
 “Maksudnya gak dilakuin”.
 “Ya suami aku gak ngelakuin ya mana mo dikasi ma yg diatas kan”.
 “Kok bisa”.
 “Suami kerja dikapal cargo, jadi seringnya diatas kapal katimbang dirumah”.
 “Oooo jadi jablay toh, kasian”.
 “Orang sedih kok malah digoda”.
 “Ya udah, aku aja yg membelai gimana”.

“Genit ah”. Tengah pembicaraan mulai mencair, datanglah seorang prempuan, rupanya ini tetangganya, mo jemput anaknya.

Aku diem saja, dan dia jg tdk mengenalkan aku kepada tetangganya. Tetangga tau diri jg karena dia mengajak anaknya pergi setelah mengucapkan terima kasih atas bantuan yg diberikan dia.

“Namanya siapa sih”.
 “Aku Melinda, bapak?”
 “aku menyebutkan namaku, jangan panggil bapak lah, formal amat”.
 “Abis mo dipanggil apa dong, mas aja deh ya. kan semua lelaki Indonesia dianggap jawa”.
 “Maksud kamu”.
 “Iya kadang dah jelas-jelas namanya Hutagalung dipanggil mas jg”. aku tertawa mendengar candanya.
 “Sudah berapa lama nikah?” “hampir 2 tahun mas”.
 “Wah jablaynya dah lama dong ya. Mangnya gak tau kerjaan suami sebelum nikah”.
 “Tau si, cuma gak nygka ja akan kaya gini”.
 “Ya udah, aku temenin deh hari ini. Abis ini kamu mo kemana?”
 “Gak kemana-mana mas, Mo jalan ja”. Aku menggandengnya meninggalkan tempat makan dan masuk ke toko yg merupakan anchor tenant di mall itu.

Kami ngobrol ngalor ngidul ja sembari membunuh waktu. Dia membiarkan aku menggenggam tangannya erat.

“Kamu kaya istriku ja ya, jalan gandgn”.
 “Gak apa kan, katanya mas blon nikah?’
 “Iya sih, kaya orang pacaran ya, padahal kamu istri orang”.
 “Biarin ja, orangnya jg ninggalin aku terus kok”.
 “Pegel nih jalan terus, kamu mo pulang gak?”
 “Gak ah mas, dirumah jg mo ngapain?”
 “ketempatku aja yuk”.
 “Mo ngapain ke tempat mas?’
 “Ya ngobrol, santai ja, kan asik cuma berdua”.
 “Iya deh”. Segera aku menggandengnya ke basement dan meluncurlah mobilku menuju kerumahku.

Sesampai dirumahku,dia duduk didepan tv, tv kunyalakan dan aku mengambil minuman untuknya.

“Mas tinggal ndiri ya”.
 “Iya, mo nemenin?”
 “Mau si, cuman kan aku dah punya suami”.
 “Kalo suaminya pergi ya nemenin aku ja disini”.
 “Maunya”. Kebetulan di tv ada siaran ulang debat capres.
 “Kamu ngikuti debat ini?” tanyaku.
 “Sambil lalu ja mas, debat cawapres jg ngikuti sambil lalu”.
 “Terus komentar kamu?”
 “Sayangnya Capres 3 gak berkolaborasi dgn cawapres 1, kalo gak kan setanding dgn calon ke 2 dan pilpresnya bisa 1 putaran kan”.

“O gitu ya, pandangan kamu luas jg ya”.
 “Iya gak kaya mas, manangnya cuma disatu tempat ja”, katanya menyindirku, yg dari tadi hanya memandangi belahan toketnya yg montok.
 “Habis kamu seksi sekali si, kok bisa ya suami ninggalin istri yg bahenol kaya gini, pa gak takut istrinya dicolek orang laen”. Dia tersenyum manis.
 “Tadi kamu taen sekali nyuapin tu bocah, dah pantes jadi mami”.
 “Iya si, cuma ya itu problemnya”.
 “Iya jablay”.

Dia menanggapi obrolanku dgn santai jg, kadang tanganku mengelus pahanya.

“udah gak tahan ya mas”, godanya sambil membiarkan tanganku mengelus-ngelus pahanya.

Rabaanku semakin lama membuatnya semakin napsu. Dia membuka pahanya agak lebar. Melihat dia mengangkangkan pahanya, tangganku bergerak ke atas ke selangkangannya. Jari-jariku mulai mengelus belahan meqinya dari luar.

“Mas”, katanya, “Aku udah basah mas”.
 “Udah napsu banget ya lin, aku jg sudah napsu”. Rumahnya besar ya mas”.
 “Iya, dibalakng ada kolam renangnya, mo renang gak”.
 “Gak bawa baju renang mas”.
 “Tlanjang ja, repot amat si”.
 “Ih si mas, maunya tu”. “Kamu jg mau kan”. Dihalaman belakang ada kolam renang kecil yg dinaungi oleh rimbunnya pepohonan yg ada.

Tembok tinggi menghalangi pandangan orang luar yg mau mengintip ke dalam. Dia langsung saja melepas tanktopnya, kemudian celana ketatnya.

Pakaian diletakkan di dipan yg ada dipinggir kolam. Dipan itu ada matras tipisnya dan dipayungi rimbunnya pohon. Aku melotot memandangi tubuhnya yg hanya berbalut daleman bikini. Karena CDnya mini, jembutnya yg lebat berhamburan dari bagian atas, kiri dan kanan CDnya. Segera dia mencebur ke kolam, sementara aku membuka kaos dan celananya, sehingga hanya memakai CD. kon tolku yg besar, karena sudah ngaceng, tercetak jelas di CDku. Kemudian aku pun nyebur ke kolam, menghampirinya dan memeluknya. Bibirnya kucium, lidah kami saling berbelit. Aku menarik ikatan branya sehingga terlepas, kemudian meremas2 toketnya sambil memlintir pentilnya. Segera pentilnya menjadi keras.

“Toketmu kenceng ya lin, pentilnya gede.”, kataku. Dia diam saja sambil menikmati remasanku .kon tolku yg keras menekan perutnya.
 “Mas, ngacengnya sudah keras banget”, katanya.
 “Kita ke dipan yuk” Aku sudah tdk bisa menahan napsuku lagi. Segera dia keluar kolam membawa branya yg sudah dilepas.

Dia telentang didipan, menunggu aku yg jg sudah keluar dari kolam. Aku berbaring disebelahnya, bibirnya kembali kucium dgn penuh napsu dan aku kembali meremas toketnya sambil memilin-milin putingnya.

“Isep dong Mas” pintanya sambil menyorongkan toketnya itu ke wajahku.

Langsung toketnya kuisep dgn penuh napsu. pentilnya kujilatia.

“Ohh.. Sstt..” erangnya keenakan. Aku mulai mengelus jembutnya yg nongol keluar dari CDnya, kemudian kususupkan jariku ke dalam CDnya. Jariku langsung menyentuh belahan bibir meqinya dan kugesek-gesekkan dari bawah ke atas.

Gesekanku selalu berakhir di it ilnya sehingga menimbulkan kenikmatan yg luar biasa. meqinya langsung berlendir, lendir jg membasahi seluruh bagian dinding dalam meqinya.

“Oohhh.. Oohhhhh! Uuhhh.. Uuhhhh!” desahnya sambil menekan tanganku yg satunya untuk terus meremas-remas toketnya.

Dia sungguh sudah tdk tahan lagi,

“Mas, aku udah gak tahan nih”. Tali ikatan CDnya di kiri dan kanan pinggang kugigit dan kutarik dgn gigiku sehingga terlepas.

Kedua kaki kukangkangkan sehingga tampak jelas bulu jembutnya yg lebat. Aku kembali meraba dan mengelus meqinya.

Aku menyelipkan jariku ke belahan meqinya yg sudah basah danb menyentuh dinding dalam meqinya.

“Mas..! Aduuh! aku sudah enggak tahan, udah pengen dimasukkin”, pintanya.

Aku tdk langsung memenuhi permintaannya, malah jariku beralih menggosok-gosok it ilnya.

“Aduuh! mas..nakal!” serunya.

Dia pun semakin tdk karuan, diremasnya kon tolku yg sudah keras sekali dari luar CDku. Toketnya yg sudah keras sekali terus saja kuremas-remas, demikian jg pentilnya.

“Ayo dong mas dimasukin, aku sudah benar-benar enggak kuu.. at!” rengeknya lagi.

Kemudian kumasukkannya jariku ke dalam meqinya yg sudah basah kuyup. Dgn tanpa menemukan kesulitan jariku menyeruak masuk ke dalam meqinya. meqinya langsung kukorek-korek, dindingnya kugaruk-garuk. Benjolan seukuran ibu jari yg tumbuh di dalam liang meqinya kumainkan dgn ujung jarinya hingga badannya tiba-tiba menggigil keras dan digoyang-goyangkannya pantatnya mengikuti permainan ujung jariku. Aku menelungkup diselangkangannya dan langsung mengulum bibir meqinya.

Cairan yg membasahi sekitar selangkangannya kujilati dan setelah bersih aku kembali mengulum bibir meqinya. Kemudian giliran it ilnya mendapat giliran kukulum dan kulumat dgn mulut. Jariku kembali menyeruak masuk ke dalam meqinya, dia benar-benar hampir pingsan. Tubuhnya kembali terguncang hebat, kakinya jadi lemas semua, otot-otot perutnya jadi kejang dan akhirnya dia nyampe, cairan meqinya yg banjir kutampung dgn mulut dan tanpa sedikit pun merasa jijik kutelan semuanya. Dia menghela napas panjang, aku masih dgn lahapnya melumat meqinya sampai akhirnya selangkangannya benar-benar bersih kembali.

                           KLIK DI SINI UNTUK MELIHAT PHOTO BULIG MELINDA

meqinya terus kuusap2, demikian jg it ilnya sehingga napsunya bangkit kembali.

“Terus Mas.. Enak..” desahnya.
 “Ayo dong Mas.. aku udah gak tahan”. tetapi aku masih tetap saja menjilati dan menghisap it ilnya sambil meremas-remas toket dan pentilnya.

Aku melepaskan CD, kon tolku yg besar dan lumayan panjang sudah ngaceng keras sekali mengangguk-ngangguk. Dia kunaiki dan segera mengarahkan kon tolku ke meqinya. Perlahan kumasukkan kepala kon tolku.

“Enak Mas..” katanya dan sedikit demi sedikit aku meneroboskan kon tolku ke meqinya yg sempit. meqinya terasa sesek karena kemasukan kon tol besar, setelah kira-kira masuk separuh lebih kon tol mulai kuenjot keluar masuk. “Terus Mas.. kon tolmu enak” erangnya keenakan.

Aku terus mengenjot meqinya sambil pentilnya kuhisap. Belum berapa lama dienjot, aku mengajak tukar posisi. Sekarang dia yg diatas. Diarahkannya meqinya ke kon tolku yg tegak menantang. Dgn liar dia kemudian mengenjot tubuhnya naik turun.

toketnya yg montok bergoyang mengikuti enjotan badannya. Aku meremas toketnya dan menghisap pentilnya dgn rakus.

“Mas.. kon tolmu besar, keras banget..”, dia terus menggelinjang diatas tubuhku.
 “Enak lin?’ tanyakua.
 “Enak Mas.. en totin aku terus Mas..” Aku memegang pinggangnya yg ramping dan menyodokkan kon tolku dari bawah dgn cepat.

Dia mengerang saking nikmatnya. Keringatnya menetes membasahi tubuhku. Akhirnya,

“Aku nyampe Mas” jeritnya saat tubuhnya menegang merasakan nikmat yg luar biasa. Setelah itu tubuhnya lunglai menimpa tubuhku.

Akumengusap-usap rambutnya sambil mencium bibirnya. Setelah beberapa saat, kon tolku yg masih ngaceng dicabut dari dari meqinya. Dia kutelentangkannya, dan aku naik ke atasnya. Kembali meqinya kujilati. Kedua lututnya kudorong sedikit ke atas sehingga bukit meqinya lebih menungging menghadap ke atas, pahanya lebih kukangkangkan lagi, dan lidah kujulurkan menyapu celah-celah meqinya. Lidah kujulurkan dan kugesekkan naik turun diujung it il nya.

Dia hanya bisa merasakan nikmatnya sambil meremas- remas kon tolku dgn penuh nafsu. Cairan lendir yg keluar kembali dari meqinya dgn lahap kuhisap. Bibirku terus mencium dan melumat habis bibir meqinya. lidahku menjulur masuk ke dalam meqinya dan sempat menyentuh dinding bagian dalamnya. Saking dalamnya mulutku menekan meqinya, hidungku yg mancung menempel dan menekan it ilnya. Dia kembali merasakan kenikmatan lebih, apa lagi saat wajah dgn sengaja kugeleng-gelengkan ke kiri dan ke kanan dgn posisi hidung tetap menempel di it ilnya dan bibir tetap mengulum bibir meqinya sambil lidah terus mengorek meqinya. Dia tak kuasa membendung napsunya.

“Oocch!Mas.. Teruu.. Uus! Aku nyampe lagi mas”, suaranya semakin parau saja.

Digoyangkannya pantatnya mengikuti irama gesekan wajahku yg terbenam di selangkangannya. Dijepitnya kepalaku dgn pahanya, badannya menggigil hebat bagaikan orang kejang. ia menarik nafas panjang sekali, semua cairan meqinya kuhisap dan kutelan hingga habis semua cairan yg ada di sekitar meqinya. Aku tetap dgn asyiknya menjilati meqinya. Kemudian jilatanku naik ke atas, ke arah perutnya. Lidahku bermain-main di pusarnya, sambil meraba dan meremas kedua toketnya, jilatanku jg semakin naik menuju toketnya.

Jengkal demi jengkal jilatanku semakin naik. Mulutku sudah sampai ke dadanya. Kini giliran toketnya kujilati, lidahku kini menari-nari di ujung pentilnya. Sambil aku meraba-raba dgn tangan kanan keselangkangannya, menggesek- gesek it ilnya hingga meqinya basah lagi, nafsunya naik kembali. Sementara tangan kiri tetap meremas toketnya, bibirnya kulumat. Dia membalas lumatan bibirku dgn penuh nafsu, kujulurkan lidahku masuk ke rongga mulutnya. Dia menghisap lidahku, secara bergantian dia jg menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku dan kubalas dgn hisapan pula.

Kini aku membetulkan posisi sehingga berada di atasnya, kon tol ku sudah mengarah ke hadapan meqinya. Dia merasakan sentuhan ujung kon tolku di meqinya, kepala kon tol ku terasa keras sekali. Dgn sekali dorongan, kepala kon tolku langsung menusuk meqinya. Kutekan sedikit kuat sehingga kepala kon tolku terbenam ke dalam meqinya. Walau kon tol belum masuk semua, dia merasakan getaran-getaran yg membuat otot meqinya berdenyut, cairan yg membasahi meqinya membuat kon tolku yg besar mudah sekali masuk ke dalam meqinya hingga dgn sekali dorongan lagi maka kon tolku masuk kedalam sarangnya, blee.. ess..

Begitu merasa kon tolku sudah memasuki meqi nya, kubalik badannya sehingga kembali dia berada di atas tubuhku, didudukinya batang kon tolku yg cukup panjang itu. Digoyangkan pantatnya, diputar-putar, dikocok naik turun hingga kon tolku keluar masuk meqinya, aku meremas- remas kedua toketnya. Lebih nikmat rasanya ngen tot dgn posisi wot buat dia, karena dia bisa mengarahkan gesekan kon tol besarku ke seluruh bagian meqinya termasuk it ilnya. Kini giliran aku yg tdk tahan lagi dgn permainannya, aku menggelengkan kepala menahan nikmat yg sebentar lagi tampaknya akan ngecret. Aku memberikan aba-aba padanya bahwa aku akan ngecret.

“Kita nyampe sama-sama..mas”, rintihnya sambil mempercepat kocokan dan goyangan pantatnya.
 “Aa.. Aacch!” Diapun nyampe lagi, kali ini secara bersamaan dgn dia, bibir meqinya berkedutan hingga meremas kon tolku.

Pejuku dan lendir meqinya bercampur menjadi satu membanjiri meqinya. Karena posisinya berada diatas, maka cairan kenikmatan itu mengalir keluar merembes melalui kon tolku sehingga membasahi selangkanganku, banyak sekali dan kurasakan sedikit lengket-lengket agak kental cairan yg merembes keluar itu tadi.

Kami berdua akhirnya terkulai lemas di dipan. Posisinya tengkurap di sampingku yg terkulai telentang memandang rimbunnya dedaunan.

“Mas, pinter banget sih ngerangsang aku sampe berkali-kali nyampe, udah gitu kon tol mas kalo udah masuk terasa sekali gesekannya, abis gede banget sih”, katanya.
 “memekmu jg nikmat sekali lin, peret banget deh, kerasa sekali cengkeramannya ke kon tolku”, jawabku sambil memeluknya.

Kami berdua sempat tertidur cukup lama karena kelelahan dan tiupan angin sejuk sepoi2. Ketika terbangun, kami masuk ke rumah, aku mengajaknya mandi.

“Kita mandi sama-sama yuk!” ajakku,
 “Badanku lengket karena keringat”. Kami masuk ke rumah menuju ke kamar mandi beriringan sambil berpelukan, bertelanjang bulat.

Kamar mandinya tdk terlalu besar namun cukup bagus, ada ruangan berbentuk segi empat di dalam kamar mandi, bentuknya kira-kira seperti lemari kaca. Kami berdua masuk ke dalamnya dan menyalakan shower, aku dan dia saling bergantian menggosok tubuh kami, demikian pula saat menyabuni tubuh kami lakukan bergantian, saling raba, saling remas, bibir kami saling pagut bergantian. Dia menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku yg kusambut dgn hisapan, dan secara bergantian pula kujulurkan lidahku ke dalam mulutnya. Diapun menyambutnya dgn lumatan. Rabaan tanganku berpindah ke toketnya.

Kuremas-remasnya toketnya yg mulai mengencang lagi pertanda napsunya bangkit lagi. Dia pun tdk mau kalah, diraihnya kon tolku yg kembali sudah berdiri tegak dan dikocok-kocok lembut. Ujung kon tolku sesekali menyenggol bagian depan pangkal pahanya.

“Betul kan, kalo cewek jembutnya lebat pasti napsunya besar, kaya kamu ya lin”, katanya.

Kuarahkan kon tolku ke belahan bibir meqinya. Dgn menggunakan tanganku, kugesek- gesekkan ujung kon tolku ke belahan bibir meqinya. Kutempelkan ujung kon tolku ke ujung it ilnya dan kugesek-gesekkan naik turun. Kini meqinya kembali mengeluarkan cairan bening. Lalu aku mematikan shower sambil duduk di samping bathtub. Dia kudipangku dgn posisi memunggungiku. kon tolku yg sudah ngaceng keras kembali kumasukkan ke dalam meqinya dalam posisi seperti itu. Karena kondisi bathtub yg sempit mengharuskan posisinya merapatkan pahanya, maka memeknya menjadi kian sempit saja.

Awalnya agak sulit jg kon tolku masuk kedalam meqinya. Tetapi dgn sedikit bersusah payah akhirnya ujung kon tolku berhasil menyeruak ke dalam meqinya yg dibantu dia dgn sedikit menekan badannya kebawah, dan diangkatnya kembali pantatnya hingga lama kelamaan akhirnya berhasil jg kon tolku amblas semua ke dalam meqinya. Dgn posisi begini membuatnya harus aktif mengocok kon tolku seperti di kolam renang tadi dgn cara mengangkat dan menurunkan kembali pantatnya, sehingga meqinya bisa meremas dan mengocok-ngocok kon tolku. kon tolku terasa sekali menggesek-gesek dinding bagian dalam meqinya. Saat dia duduk terlalu ke bawah, kon tolku terasa sekali menusuk keras meqinya, nikmat yg kurasakan tdk dapat kulukiskan dgn kata-kata lagi.

meqinya semakin lama semakin basah sehingga keberadaan kon tolku dalam meqinya sudah tdk sesesak tadi. Kini dia pun sudah tdk kuat lagi menahan napsuku. Dia tdk mampu lagi mengangkat dan menurunkan pantatnya seperti tadi, kini dia hanya bisa terduduk dalam posisi kon tolku masih tertancap di dalam meqinya. Digoyang-goyangkan saja pantatnya sambil duduk di pangkuanku.

Aku sedari tadi asyik meremas kedua toketnya. pentilnya kucubit dan kupilin-pilin sehingga menimbulkan sensasi tersendiri baginya. Aku tdk mampu bertahan lama merasakan goyangan yg dia lakukan.

“Aduuhhhh..! lin, hebat banget empotan meqi kamu! Aku hampir ngecret nich!” seruku sambil tetap memilin pentilnya. “Kita keluarin sama-sama yuk!” sahutnya sambil mempercepat goyangannya.

Aku sudah benar-benar tdk mampu bertahan lebih lama lagi hingga dia kudorong sedikit ke depan sambil aku berdiri, sehingga posisinya menungging membelakangiku, tetapi kon tolku masih menancap di dalam meqinya. Aku berdiri sambil mengambil alih permainan, aku mengocok-ngocokkan kon tolku keluar masuk meqinya dalam posisi doggy style.

“Aa.. Aacch!” kini gilirannya yg menyeracau tdk karuan.

Aku merasakan kedutan-kedutan di dalam meqinya, terasa sekali semburan hangat yg menerpa dinding meqinya, pejuku langsung muncrat keluar memenuhi meqinya. Bersamaan dgn itu, dia pun mengalami hal yg serupa, kurasakan kedutan meqinya berkali- kali saat dia nyampe. Kami nyampe dalam waktu hampir bersamaan hingga meqinya kembali penuh dgn cairan birahi kami berdua, saking penuhnya sehingga tdk tertampung seluruhnya. Cairan kami yg telah tercampur itu, meleleh keluar melalui celah meqinya dan merembes keluar hingga membasahi perutnya karena posisinya masih setengah menungging saat itu. Kami pun melanjutkan mandi bersama-sama bagaikan sepasang pengantin baru.

Setelah selesai mandi dan mengeringkan tubuh kami masing-masing dgn handuk, dgn bertelanjang bulat kami menuju ke ruang makan. Aku mengeluarkan buah2an dari lemari es dan berkata

                            KLIK DI SINI UNTUK MELIHAT PHOTO BULIG MELINDA

“Kamu makan buah-buahhan ini dulu ya, nanti aku belikan makanan”.
 “aku mau tidur saja, cape dienjot terus sama mas”, katanya.
 “Tp enakkan?” kataku lagi sambil mengenakan pakaiannya.
 “Enak banget mas, aku masih mau lagi lo mas”, jawabnya sambil mulai mengupas buah.
 “So pasti, aku ajak kamu kesini kan untuk ngen tot sampe loyo. Aku pergi dulu ya”, sambil mencium pipinya.
 “Hati-hati ya mas, aku nungguin lo”. Seperginya aku, dia berbaring sambil memakan buah-buahhan.

Dia makan beberapa potong sehingga akhirnya dia merasa kenyg dan mengantuk lagi. Dia berbaring di sofa dan akhirnya tertidur. Diluar dah gelap, dah lewat magrib.

Ketika aku kembali membawa makanan, dia masih tertidur. Terangsang jg aku melihat dia terkapar terlelap dalam keadaan telanjang bulat seperti itu. Toketnya yg besar turun naik seirama tarikan napasnya. Perutnya yg rata dihiasi dgn puser yg seksi dan diselangkangannya bergerombol jembut yg lebat. ontol langsung bereaksi dgn sikap sempurna, alias ngaceng lagi. Tetapi perut dh minta diisi. Aku membangunkannya dgn mengelus-ngelus toketnya.

“Makan yuk”.
 “Abis itu maen lagi ya mas”.
 “Bole ja, asal kamu gak lemes”.
 “Gak apa lemes mas, aku kan gak pernah ngerasain nikmat dien tot seperti sekarang ini. Mas sering-sering ngen totin aku ya mas”.
 “Itu mah bisa diatur kok, kalo suami kamu pergi”. Kami menyantap makanan yg aku beli sampe tandas. Sama-sama laper karena enersi terkuras ketika bertempur tadi.

Setelah selesai makan, dia membantu aku membereskan peralatan makan, melap meja makan, kemudian kekenygan kami duduk lagi di sofa didepan tv. tv kunyalakan tp gak ada acara yg menarik. Dia bersender ke aku.

“Kamu tu seksi banget deh lin, ngeliat kamu aku ngaceng terus tuh. Heran ja, kok suami kamu bisa ninggalin bidadari seksi yg merangsang kaya kamu itu”.
 “Gak tau deh mas, jangan ngomongin dia deh, kan mas mo bikin aku terkapar lagi”. Aku memeluknya dan mulai memerah toketnya.

aku terus saja meremas toketnya, malah sambil memlintir-lintir pentilnya, perlahan pentilnya mulai mengeras.

“lin, enak nggak diginiin?” sambil tanganku terus meremas-remas toketnya.
 “Mas, aah”, napsunya makin meninggi. Sambil toketnya kuremas terus, aku menjilati seluruh tubuhnya, mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Kujilati pula toketnya, kusedot pentilnya sampai dia gemetar saking napsunya. Kakinya dan kedua pahanya yg mulus itu dibukanya supaya bisa kuelus-elus, dgn satu tangan masih meremas toketnya.

Setelah itu meqinya kujilatin dgn lidahku yg kasar. Bukan hanya bibir meqinya aja yg kujilatin, tp lidahku jg masuk ke meqinya, dia jadi menggelinjang nggak terkontrol, wajahnya memerah sambil terdongak keatas.

Melihat napsunya sudah naik, aku melepas seluruh pakaian dan celananya. Dia diam aja. kon tolku yg besar sekali sudah ngaceng dgn keras. Dia hampir tak dapat memegangnya dgn kedua tangannya.

“Dikocok lin”, pintaku, dia nurut saja dan mengocok kon tolku dgn gemas, makin lama makin besar dan panjang.
 “lin diemut dong”, kataku keenakan.

Aku berdiri disamping sofa dan dia duduk sambil mengarahkan kon tol yg ada digenggamannya ke arah mulutnya. Dia mencoba memasukkan kedalam mulutnya dgn susah payah, karena besar sekali jadi dijilati dulu kepala kon tolku. Aku mendesah-desah sambil mendongakkan kepala. Dia bertanya

“Kenapa mas”.
 “Enak banget, terusin lin, jangan berhenti”, ujarku sambil merem melek kenikmatan.

Dia meneruskan aksinya, menjilati kon tolku mulai dari kepala kon tolku sampai ke pangkal batang, terus ke biji pelirnya, semua di jilatin. Dia mencoba untuk memasukkan kedalam mulutnya lagi, udah bisa masuk, udah licin terkena ludahnya.

Aku memegangi kepalanya dgn satu tangan sambil memaju-mundurkan pantatku, mengen toti mulutnya. Sedang tanganku satunya lagi meremas toketnya sebelah kanan. gerakanku semakin lama semain cepat. aku menghentikan gerakannya. kon tol ku keluarkan dari mulutnya. aku menaiki tubuhnya dan mengarahkan kon tolku ke toketnya.

“lin, aku mau ngerasain kon tolku kejepit toket kamu yg montok ya”. Dia paham apa yg aku mau, dan aku kemudian menjepit kon tolku di antara toketnya.
 “Ahh.. Enak lin. Diemut enak, dijepit toket jg enak.”, erangku menahan nikmat jepitan toketnya.

Aku terus menggoyang kon tolku maju mundur merasakan kekenyalan toketnya. Sampai akhirnya

“Aduh lin, sebentar lagi aku mau ngecret, keluarin di mulut kamu ya”.
 “Jangan mas, di meqiku saja”, jawabnya.

Dia tdk ingin merasakan peju dimulutnya, lebih baik dingecretkan di meqinya karena dia akan ngerasain nikmat yg luar biasa.

Akupun naik keatasnya sambil mengarahkan kon tolku ke meqinya. Aku mulai memasukkan kon tolku yg besar dan panjang itu ke meqinya, sampai dia merem melek keenakan ngerasain meqinya digesek kon tolku. Aku mulai menggerakkan kon tolku keluar dan masuk dimeqinya yg sempit itu. Dia mulai merasakan nikmat yg tak terkatakan, luar biasa enak sekali rasanya.

Secara naluri dia menggerakkan pantatnya kekanan dan kekiri, mengikuti gerakan kon tolku yg keluar masuk, wuihh tambah nikmat. terlihat diwajahku bahwa aku menikmati sekali gesekkan kon tolku di meqinya. Tubuhku bergoyang-goyang maju mundur, aku memperhatikan kon tolku sendiri yg sedang keluar masuk di meqinya. Selang beberapa saat, aku mengajak ganti posisi, dia pasrah aja. Dia kusuruh nungging dan aku menyodokkan kon tolku dari belakang ke meqinya. Nikmat sekali permainan ini.

“Ennngghh…” desahnya tak keruan.

Sambil menggoyang pantatnya maju mundur, aku memegangi pinggulnya dgn erat, terasa nikmat yg luar biasa. Tdk tahu berapa lama aku menggenjot meqinya dari belakang seperti itu, makin lama makin keras sehingga akhirnya dia
 nyampe lagi

“Mas, enjot yg keras, nikmat sekali rasanya”, jeritnya.

Aku mengenjot kon tolku lebih cepat lagi dan kemudian pejuku muncrat didalam meqinya berulang-ulang, banyak sekali.

‘creettt, creeeth.., creeeeetttthh…’ Dia merasa meqinya agak membengkak akibat disodok oleh kon tolku yg besar itu.
 “lin, meqi kamu luar biasa deh cengkeramannya, nikmat banget. Kerasa sekali gesekannya dikon tolku”,
 kataku sambil terengah-engah.

Setelah istirahat beberapa saat, aku bertanya padanya

“Gimana lin?”.
 “Enak sekali mas, rasanya nikmat sekali, meqiku sampe sesek kemasukan kon tol mas, abis gede banget sih”, jawabnya. Aku mencabut kon tolku yg sudah lemes dari meqinya.

kon tolku berlumuran pejunya dan cairan meqinya. Mungkin saking banyaknya aku ngecretin peju dimeqinya.

“Cape ya lin”.
 “Iya mas, malem ini aku nginep disini ya mas, boleh kan”.
 “Boleh banget, kita bisa ngen tot all nite long kan”.
 “Wah mau dong”.CASINO - 

         KLIK DI SINI UNTUK DAPATKAN PIN BBM DAN NOMOR TELEPON MELINDA

Populer Minggu Ini